RSS

Cursor Eksplisit & Cursor Implisit

Cursor Eksplisit
Cursor eksplisit merupakan cursor yang harus dibuka dan ditutup secara manual.
Contoh kasusnya adalah :
Terdapat empat atribut yang dapat digunakan dalam pemrosesan cursor ini :
Contoh, bila ingin mengecek cursor dalam keadaan terbuka atau tidak :
Cursor Implisit
Cursor implisit merupakan cursor yang tidak perlu dideklarasikan sebelumnya. Cursor ini berasosiasi dengan perintah SELECT, INSERT, DELETE, dan UPDATE.
Adapun atribut-atribut yang terdapat pada cursor ini adalah :
Contoh kasusnya adalah :

Predefined Exception
Oracle memiliki banyak jenis internal error dengan kode-kode tertentu. Kesalahan internal ini dibangkitkan secara otomatis tiap kali suatu perintah menimbulkan kondisi yang sesuai dengan jenis kesalahan tersebut. Beberapa jenis error yang umum dimasukkan ke dalam predefined exception agar dapat dilakukan penangan error tanpa mengetahui kode error-nya.
Contoh kasusnya adalah :


LOOPING

Struktur simple LOOP ini digunakan bila diinginkan minimal iterasi dijalankan satu kali. Dalam struktur ini harus ditambahkan statemen EXIT WHEN untuk menghindari eksekusi tak terbatas (infinitif).


Contoh kasusnya adalah :



 Statemen FOR
Struktur ini tidak memiliki kondisi, sehingga perlu didefinisikan indeks minimal dan maksimal sebagai batas iterasi. Umumnya struktur ini digunakan untuk iterasi yang banyaknya sudah diketahui dengan pasti.


·         Variabel iterasi (var) tidak perlu dideklarasi karena PL/SQL melakukan deklarasi secara implisit dan variabel ini berlaku dalam LOOP itu saja.
·         Kata REVERSE akan membuat iterasi dimulai dari indeks_max dan berkurang satu untuk proses iterasi. Demikian seterusnya hingga var = indeks_min.
·         Bila nilai indeks_max < indeks_min, proses iterasi tidak dilakukan.

Contoh kasusnya adalah :


Statemen WHILE
Struktur ini selalu memeriksa kebenaran kondisi di awal blok iterasi. Bila kondisi bernilai FALSE, maka statemen-statemen dalam blok iterasi tidak akan dieksekusi.

 Statemen EXIT dan EXIT WHEN
Kedua statemen ini – EXIT dan EXIT WHEN – digunakan untuk keluar dari blok iterasi tanpa melanjutkan proses yang sedang dilakukan
Perintah di atas identik dengan perintah berikut :



INPUT-OUTPUT DAN IF




Block PL/SQL secara umum terdiri atas tiga bagian :
     
Contoh kasusnya adalah:
Agar kita bisa mengetahui output dari statmen tersebut, kita harus menjalankannya di sebuah program.Langkah-langkahnya adalah :



  •    Buatlah sebuah blok di dalam Notepad


  •       Save note tersebut dengan format sebagai berikut:


  •     Setelah itu buka command prompt dan lakukan seperti contoh di bawah ini
  •     Lalu ketikan nama  tempat beradanya file yang telah di save tadi
  •     Tekan enter dan akan mengeluarkan output dari program tadi
IF
IF merupakan suatu percabangan yang dimana suatu control untuk pengecekan yang dilakukan sebelum statmen-statmen dalam sebuah blok PL/SQL dieksekusi. Dalam percabangan terdapat 3 statmen IF antara lain adalah :
  •        Satu kondisi (IF-THEN)
  •        Dua kondisi (IF-THEN-ELSE)
                                                                           
  · Tiga kondisi atau lebih (IF-THEN-ELSIF)

                                                                                                                                                                           
Contoh kasusnya adalah :
  •        Dua kondisi
                                                                                                                                                
Output dari statmen diatas adalah :
  •        Tiga kondisi:
Output dari statmen diatas adalah :


DDL



*CREATE TABLE

  CREATE TABLE nama_tabel ([kolom_data])
nama_tabel = nama yang diberikan untuk basis data tersebut.
kolom_data = digunnakan untuk mendefinisikan kolom-kolom data yang      
                      ada dalam tabel tersebut.
*PRIMARY KEY = Merupakan salah satu dari candidate key yang terpilih.
Formatnya : CONSTRAINT Nama_CONSTRAINT PRIMARY KEY (Nama_Kolom)

Contoh perintah SQL nya :

CREATE TABLE BARANG (
NO CHAR (2) NOT NULL ,
NAMA BARANG VARCHAR (2) NOT NULL,
JUMLAH BARANG CHAR (2) NULL,
CONSTRAINT pk_NO  PRIMARY KEY (NO)
);
*FOREIGN KEY = Himpunan entitas yang saling berhubungan.
Formatnya : CONSTRAINS Nama_CONSTRAINT FOREIGN KEY (Nama_Kolom) REFERENCES Nama_Tabel_Induk (Nama_Kolom)

Contoh perintah SQL nya:

CREATE TABLE MAHASISWA (
Nim CHAR (10),
Nama VARCHAR (50) NOT NULL,
Alamat VARCHAR (75) NULL,
KodeJur CHAR (2),
CONSTRAINT fk_mhs_jur FOREIGN  KEY (KodeJur) REFERENCES Jurusan (KodeJur) );
*Add kolom (menambahkan kolom)
    ALTER TABLE Nama_Tabel
          [ADD kolom]
*ALTER Kolom (merubah kolom)
   ALTER TABLE Nama_Tabel
          [ALTER Kolom]
*DROP kolom (menghapus kolom)
    ALTER TABLE Nama_Tabel
          [DROP kolom]

Contoh perintah SQL nya :

ü  Pada tabel mahasiswa akan ditambahkan kolom tahun masuk
ALTER TABLE mahasiswa
          ADD tahun masuk integer

ü  Akan dilakukan perubahan pada jumlah barang dari 100 menjadi 75
ALTER TABLE barang
          ALTER Column barang number (75)

ü  Akan dilakukan penghapusan kolom jenis barang pada tabel barang karena akan dipindahkan pada tabel lainnya
ATLTER TABLE barang
          DROP Column jenis barang

·         DML
*INSERT
     INSERT INTO nama_tabel (kolom_data) VALUES (isi_data)
*UPDATE
     UPDATE nama_tabel SET nama_kolom = nilai_baru_kolom WHERE
       Kondisi
*DELETE
      DELETE FROM nama_tabel WHERE kondisi
*SELECT
    SELECT nama_kolom
        FROM nama_tabel WHERE kondisi

Contoh perintah SQL nya:

ü  Menambahkan data pada tabel barang
INSERT INTO barang (kode barang , nama barang) VALUES (‘001’ , ‘meja’);
ü  Perubahan nama barang yang asalnya meja menjadi kursi , WHERE kode barang = 001
UPDATE barang SET nama barang = ‘kursi’
WHERE kode barang =’001’ ;
ü  Menghapus data
DELETE FROM barang WHERE kode barang = ‘002’ ;
ü  Akan menampilkan data barang
SELECT kode barang , nama barang FROM barang